Analisis Sebaran Gempabumi Berdasarkan Relokasi Hiposenter Menggunakan Metode Double Difference pada Rangkaian Gempabumi 28 Februari 2026 di Wilayah Tolitoli Sulawesi Tengah
Abstrak
Akurasi hiposenter pada katalog gempa rutin umumnya masih rendah akibat keterbatasan model kecepatan dan distribusi stasiun, sehingga relokasi diperlukan untuk memperoleh gambaran sumber gempa yang lebih akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola sebaran hiposenter sebelum dan sesudah relokasi, mengidentifikasi karakteristik seismisitas rangkaian gempa bumi tanggal 28 Februari 2026, serta mengevaluasi keterkaitannya dengan struktur Sesar Buol–Tolitoli di Sulawesi Tengah. Sebanyak 180 event gempa direlokasi menggunakan metode double difference (hypoDD) dengan model kecepatan global AK13…